Rabu, 21 Maret 2012

RSUD Cililin Mulai Beroperasi

BANDUNG BARAT – Setelah sekian lama ditunggu masyarakat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cililin di Kabupaten Bandung Barat (KBB) sudah mulai beroperasi.

Akan tetapi, pelayanan yang baru dibuka pada Selasa (13/3) itu baru sebatas pelayanan klinik darurat dan poliumum pasien Keluarga Miskin Daerah (Gakinda) dan Jaminan KesehatanMasyarakat( Jamkesmas), dengan jam operasional sampai pukul 14.00 WIB.“Kami sudah buka pelayanan kesehatan untuk umum,namun masih dengan pelayanan yang terbatas karena belum semua alat kesehatan,” ujar Kepala UPTD RSUD Cililin JajangHadiantosaatditemuipada kegiatan Musrembang KBB, kemarin.
Jajang mengatakan, sebenarnya RSUD Cililin belum secara resmi dibuka,namun karena sebagian alat kesehatan (alkes) dan tenaga medis sudah tersedia maka yang pelayanan minimal seperti pelayanan di puskesmas bisa dilakukan. Langkah ini sekaligus sebagai uji coba kesiapan jika nantinya RSUD Cililin resmi dibuka yang dijadwalkan oleh Gubernur Jawa Barat bulan depan.
Sekaligus juga mengecek kesiapan peralatan yang sudah ada, apakah bisa dipergunakan atau tidak. Sejauh ini sudah direkrut puluhan tenaga medis, perawat, apoteker termasuk dokter spesialis untuk bekerja di rumah sakit tipe D ini.Seperti tujuh dokter spesialis, yakni spesialis kebidanan, anak, penyakit dalam, bedah, anastesi, rontgen, dan laboratorium.
Beberapa tenaga medis ada yang statusnya dikontrak dulu karena untuk menerima calon pegawai negeri sipil (PNS) terganjal dengan kebijakan moratorium, sedangkan yang PNS jumlahnya 25 orang,“Jadi,saat ini sudah ada perjanjian kontrak pegawai tidak tetap 30 orang.Sedangkan target untuk launching pembukaan nanti kami sudah memiliki 55 pegawai,” ucapnya.
Jajang menargetkan dalam dua minggu ke depan laboratorium rontgen sudah bisa beroperasi.Termasuk pelayanan rawat inap juga diprediksi sebelum launching sudah bisa digunakan. Sebab, saat ini semua kebutuhan umum sudah terpenuhi, seperti laundry selimut pasien sudah ada dua unit mesin dengan kapasitas 20 kilogram, termasuk penanganan limbah rumah sakit sudah disiapkan.
“Untuk bisa sampai operasional sudah dianggarkan anggaran Rp4,5 miliar, dengan asumsi pelayanan selama 365 hari,”ujarnya. Kepala Dinas Kesehatan KBB Pupu Sari Rohayati mengatakan, kendati baru sebatas pelayanan dasar,namun pasien yang berobat ke RS Cililin tetap akan ditangani secara profesional.
Sebab, tenaga kesehatan yang diterjunkan di RS Cililin telah dipilih secara selektif dan tenaga dokter yang berpengalaman. “Sebagai tahap uji coba pelayanan dasar akan dievaluasi apa kekurangan dan kelebihannya. Yang masih kurang akan diperbaiki yang sudah lebih ditingkatkan lagi. Sehingga pas grand opening semuanya sudah siap,”katanya. (Muhamad Iqbal)

Kamis, 08 Maret 2012

Oleh-oleh Cililin

Bismillah...
kali ini saya tertarik untuk membuat postingan mengenai makanan tradisional dari, mudah-mudahan bermanfaat..


Dari tahun ke tahun kunjungan wisata ke Bandung dapat dikatakan meningkat pesat. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir ini Bandung menjelma menjadi kota tujuan wisata belanja dan kuliner. Toko oleh-oleh pun banyak bermunculan dan oleh-oleh yang

diproduksipun sangat variatif, mulai dari pastry, kue atau bolu basah serta makanan-makanan kering. Seiring dengan minat masyarakat terhadap makanan-makanan tersebut sangat tinggi, maka para pengusaha-pengusaha makanan pun semakin kreatif menciptakan menu oleh-oleh bandung baru yang serupa tapi tak sama.

Dari berbagai jenis inovasi oleh-oleh baru yang dikembangkan oleh para pengusaha kuliner Bandung pada beberapa tahun terakhir ini. Oleh-oleh khas Bandung asli pun ternyata masih banyak diminati oleh masyarakat. Hal ini terbukti dari ramainya pusat penjualan oleh-oleh khas Bandung di pusat perbelanjaan Pasar Baru. Dari berbagai jenis jajanan yang dijajakan, ada tiga makanan yang paling mendominasi dan selalu ada di semua toko yaitu Wajit Cililin, Sale Pisang dan Tempe Kering.




1. Wajit Cililin